Hatiku Sudah Habis

Di sebuah sudut dapur, di sudut sebuah rumah yang berada di sudut suatu kota. Ada kegiatan masak-memasak rupanya, saat makan siang hampir tiba.

Wanita cantik itu asik dengan masakan kesukaan lelakinya. Tak lama, lelaki yang dimaksud, datang menemaninya, melongok-longok ke masakan yang sedang di olah, yang aromanya sangat mengganggu indera penciumannya itu, wangi !

“Masak apa sih?” Tangan lelaki itu memegang pundak wanitanya.
“Hati, bang,” menyahut seadanya sambil terus mengakrabi penggorengan.

“Hati apaan ?” Riwil sekali

“Hati ayam, bang.., memang maunya hati apa ?” Seraya tersenyum.

“Hatimu saja..” Sambil senyam-senyum minta digaplok.

Kebetulan, masakan sudah mateng, kompor dimatikan, wanita itu pun memandang lelakinya, lagi-lagi sambil mengobral senyumnya.

“Kalo yang itu ga bisa bang. Hatiku kan, sudah habis kuberikan semua untukmu..”
…dan sebuah ciuman pun mendarat di jidat wanita itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s