Bagus Nggak?

Emperan di sisi Malioboro itu seperti tak putus-putus, dan penuh warna- warni, hanya ada hangat yang terasa sepanjang jalan. tak ada bedanya dengan siang, ataupun bagian waktu yang lain.

Begitu juga, pegangan tangan yang tak jua lepas, senyum-senyum yang tak pernah putus, meningkahi tawaran dari para pedagang-pedagang, bergantian dengan tawaran abang-abang tukang becak

Tapi maaf, kali ini tukang becak itu terpaksa harus kecewa, halus ditampik, dan berkali-kali begitu, karena tampaknya sepanjang apapun jalanan, bahkan lurus sampai ke Mangkubumi pun, tak mengapa jika terus bersisian

Sampai akhirnya, dua pasang kaki itu terhenti, pada jajaran alas kaki yang unik, dan perempuan itu pun mulai mencoba-coba, menawar, mencoba lagi, membanding-banding..

“Bang, yang ini cocok nggak?” Si lelaki cuma melirik saja, sambil ikut melihat-lihat koleksi sendal bermcam rupa itu
Tak lama kemudian sebuah tanya lagi, “Kalo yang ini, bagus nggak ?” Akhirnya, lelaki itu pun memberikan pendapatnya, “Apapun yang kau
pakai, akan selalu tampak indah dimataku..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s